Pertolongan Pertama Pemicu Pesimis

Si pesimis bilang :

Gagal lagi-gagal lagi…Aku hampir berhasil tapi…Betapa malangnya aku ini…Aku sudah mencoba tapi ya sudahlah…Apa yang masih kurang yah…Aku pingin hari ini/itu tidak pernah ada dalam hidupku huh…”

Si osptimis bilang :

Hore akhirnya aku dapat belajar dari semua ini…Alangkah bijaknya hidup ini, aku bisa berbagi karena pernah gagal…Gagal itu guru terbaikku he..he…”

Kutipan pernyataan di atas setidaknya selalu mengingatkanku akan sikap optimis and pesimis yang kadang hinggap juga pada diriku ini, makanya kali ini aku nyoba nulis tentang yang sedikit tidak berhubungan sama kedua sikap itu. Sebagai manusia mungkin kita ngga’ bakal pernah bisa mastiin kesuksesan akan tercapai, sebab setiap upaya kita memang senantiasa ngandung resiko kegagalan. Orang yang ngejar angan-angan sering tersandung realita, orang jatuh cinta pun selalu ngadepin resiko penolakan he..he..he. Kita ngga’ bisa mastiin keberhasilan itu akan mudah diraih, namun kita bisa mastiin kegagalan dengan tidak mencoba sama sekali. Yah…logislah siapa yang bakal berhasil kalo ngga’ pernah mau mencoba. Keberanian buat nempuh resiko, sekecil apa pun itu, bisa membawa implikasi yang amat luas buat perjalanan hidup kita manusia. Berikut di bawah ini yang sering ku sebut si empat sekawan pemicu sikap pesimis and pertolongan pertama cara nanggulanginnya :

Kesedihan, kondisi ini biasanya datang tiba-tiba dimana saat aku kehilangan or ngerinduin sesuatu yang aku butuhin. Kalo gitu biar jauh-jauh dari si kesedihan ini, saatnya aku belajar ikhlas and nerima apa yang disebut kehilangan, berat memang tapi kalo dicoba terus kita sendiri jadi bisa dibuat berpikir dengan ringan ke depannya he..he..he;

Amarah, ini dia sesuatu yang ngga’ aku inginkan terjadi kalian juga pastinya. Kalo begitu ok lah saatnya nyari tahu kenapa sih hal ini terjadi apa sih penyebabnya. Maka biar jauh-jauh dari si amarah ini aku ngga’ ngarepin keajaiban dari orang lain di sekitar atau pasanganku (kalo udah ada he..he), hmmm…lebih baik aku ngubah and memperbaiki diri deh and mastiin apa yang ku perbuat adalah yang terbaik yang aku bisa;

Kekhawatiran, ini dia kondisi yang sering hinggap disaat aku pingin ngubah sesuatu, tapi ngga’ sanggup ngubahnya. Biar jauh-jauh dari si kekhawatiran, yah…aku biarin aja kekhawatiran itu pergi, aku belajar buat ninggalin and ngelupain, coz masih buaaanyak hal positif yang lebih penting yang harus aku pikirin;

Ketakutan, aku sudah berkali-kali ngalamin kegagalan, kerugian, or kehilanganlah. Yah… caranya aku tetap mau nerima pertolongan orang lain, aku bakal ngadepin rasa malu, and ketakutanku. Aku ngga’ bakal malu minta dukungan and pertolongan dari siapa pun selama itu bisa jadi hal positif buat solusi terbaik saat itu and kedepannya he.he.he.

Bro and sista ternyata sikap pesimis secara ngga’ sadar mampu membuat penyakit lebih besar and fatal lho dalam kehidupan kita sendiri, jika kita ngga’ ada usaha ngebangun pertahanan dalam diri sendiri, maka sifat ini bakal selalu muncul and selalu berupaya buat gagalin apa yang kita upayakan saat ini. Yah…setelah memahami dari kata-kata and kalimat saatnya kita aplikasikan mulai saat ini. Hi man it’s not the end, you’re still alive let’s optimist and smile. ^_^

Advertisements

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s