Kuliah Kerja Nyata : Mengabdi dan Memenangkan hati Masyarakat

Saya teringat akan kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang saya ikuti beberapa tahun lalu yang digelar oleh pihak universitas untuk mengisi libur smester perkuliahan. Kuliah Kerja Nyata telah menjadi salah satu program rutin di perguruan tinggi. Kuliah Kerja Nyata menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian secara penuh setelah menimba ilmu di bangku kuliah. Karena bertujuan memberikan pengalaman belajar tersendiri setelah berada langsung di tengah-tengah masyarakat. Kecerdasan emosional dan spiritual, leadership, komunikasi, team work, dan sebagainya dipadukan di sini.

Adapun tema-tema Kuliah Kerja Nyata dari setiap perguruan tinggi yang diusung memang berbeda-beda seperti contohnya yaitu “integaratif-interkonektif” dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, (almamater saya) merupakan pemaduan keilmuan agama dan umum, dengan tujuan di dalamnya yaitu akan mampu mempelajari, memahami, dan saling melengkapi dalam kehidupan sosial-budaya serta keagamaan yang nyata di masyarakat.

Satu hal yang menarik juga mengenai ketentuan menetap atau tidaknya mahasiswa di lokasi KKN, yaitu apakah dengan tinggal sementara selama KKN atau sistem pulang-pergi. Mengenai tempat tinggal (posko) bisa space (ruang) bangunan milik dari aparat pemerintah atau masyarakat setempat, space tersendiri pada tempat ibadah, inde-kost, dan kontrakan dipilih semata-mata sebagai usaha untuk membaur serta mendekatkan diri dengan masyarakat setempat. Dalam hal tersebut tak peduli dari manapun perguruan tinggi yang mengutus mahasiswa KKN, baik dari kampus modern, kampus gedongan, kampus rakyat, kampus internasional sekalipun tidak berpengaruh, selama mahasiswa yang melaksanankannya mampu membawa amanah (tugas mulia) dan nama baik perguruan tinggi yang dibawanya, ini tentunya akan dibuktikan di lapangan. Selama waktu KKN tersebut mahasiswa dihadapkan pula pada tantangan bagaimana membuat dan melaksanakan program kerja baik individu maupun kolektif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, evaluasi personal, inter-personal, intra-personal, manajemen waktu dan finansial, serta manajemen konflik internal maupun eksternal di lapangan. Untuk itu, perlu pengelolaan yang lebih teratur dan terarah, sehingga nilai-nilai strategis program KKN tersebut dapat didayagunakan dengan baik dan bermanfaat.

Bagaimana dengan kesigapan mahasiswa sendiri? Apakah KKN hanya sebagai proses menggugurkan salah satu syarat belajar atau memang merupakan rasa kesadaran dari pola kecerdasan yang ada di mana masyarakat sebagai tempat pengabdian total. Keadaan masyarakat yang begitu heterogen, terutama mereka yang akan diutamakan yaitu yang selalu berada di tepi kekalahan dan akhirnya memang hampir kalah dengan gilasan zaman. Namun di sisi lain, mereka juga adalah pemenang sejati : mereka memenangkan hati setiap mahasiswa yang memberikan kontribusi dari KKN tersebut. Hasil pendidikan di bangku kuliah sekali lagi bukan hanya sekedar dengan mengukur angka-angka, tapi bagaimana ukuran dalam memberikan hati kepada masyarakat sehingga akan menjadi manusia-manusia unggul bagi bangsa dan negara ke depan. Selain itu, menjadi mosaik bagi masyarakat adalah tugas mahasiswa.

Advertisements

2 thoughts on “Kuliah Kerja Nyata : Mengabdi dan Memenangkan hati Masyarakat

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s