Sekilas Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan

Dalam kedudukan resminya sebagai bahasa negara dan bahasa kebangsaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Bahasa Indonesia secara bertahap dan sistematis mengalami penyempurnaan ejaannya. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) diresmikan pemaknaannya berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Ejaan bahasa Indonesia dengan huruf Latin ditetapkan pada 1901 berdasarkan konsep Ch. A Van Ophuijsen lalu dikenal dengan Ejaan Ophuijsen. Pada tanggal 19 Maret 1947 Ejaan Soewandi diresmikan menggantikan Ejaan Ophuijsen.

Berikut ini beberapa contoh perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah :
‘tj’ menjadi ‘c’ (tjukup => cukup)
‘dj’ menjadi ‘j’ (djalan => jalan)
oe’ menjadi menjadi ‘u’ (oemoem => umum)
‘j’ menjadi ‘y’ (pajung => payung)
‘nj’ menjadi ‘ny’ (njamuk => nyamuk)
‘sj’ menjadi ‘sy’ (sjarat => syarat)
‘ch’ menjadi ‘kh’ (tarich => tarikh)

Untuk awalan dan kata depan pun dibedakan penulisannya. Pada penulisan kata depan ‘di’ dipisahkan dengan spasi (jarak), berikut contohnya :
Di kantor, di taman, di kampus
Sedangkan pada penulisan awalan ‘di’ ditulis serangkai dengan kata yang mengikutnya, berikut contohnya :
Dimanja, dilempar, dipuja.

Bacaan :
Azharny, Husaini. 2010. Almanak Sejarah Indonesia : Peristiwa dan Tokoh. Jakarta: PT Intisari Mediatama.

Image from here

Advertisements

2 thoughts on “Sekilas Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan

  1. haha..repot yah, ini semua masalah aturan tata bahasa memang sobat Asop. di dan ke bisa jadi awalan, bisa jadi kata depan. Contohnya Kata depan “di” yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan “di mana?” ditulis terpisah. Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja, dan “Ke” yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan “ke mana?” ditulis terpisah. Hidup bahasa Indonesia hehehe 🙂

  2. Saya sedikit lupa. Gimana cara menuliskan “di mana”. Benarkan di-nya dipisah atau digabung menjadi “dimana”. ❓

    Sama juga pertanyaan saya untuk “ke mana”. Ada yang bilang ke dan mana disambung, tapi saya tetap bersikukuh dipisah. 😐

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s