Hidup dan Kehidupan : Sebuah Renungan Part-1

hidup-dan-kehidupan-sebuah-renungan

Hidup itu ternyata berbeda dengan kehidupan, karena hidup diartikan keadaan suatu benda yang karena kekuatan Zat Yang Maha Kuasa, benda itu dapat bernafas. Jadi kata “hidup” bukan lawannya “mati“, karena “mati” adalah lawannya “lahir“. Lahir adalah awal kehidupan dan mati adalah akhir kehidupan. Kehidupan adalah seba-serbi dari pada hidup itu sendiri mulai dari lahir sampai dengan makhluk hidup itu mati.

Hidup akan berarti apabila dapat dimotivasi dengan baik. Berbagai motivasi orang untuk hidup yang pada puncak tertinggi disebut cinta, yaitu keinginan untuk bersedia didominasi dan untuk mencapainya diperlukan pengorbanan serta kesungguhan luar biasa, sedangkan setelah mencapainya menimbulkan kebahagiaan luar biasa. Misalnya cinta sahabat, cinta orangtua, cinta keluarga, cinta pekerjaan, dan sebagainya. Tetapi yang kekal dan abadi adalah cinta secara sepiritual adalah cinta Tuhan, selamat bagi kita yang sedang atau telah berusaha meraihnya.

Dalam kehidupan ini, tidaklah akan didapat dua manusia yang sama jalan kehidupannya. Variasi aliran hidup ini sudah nyata terlihat sejak dalam rahim ibu. Tiap anak lahir ke dunia mencucut jarinya, tetapi bentuknya telah dapat dibedakan dengan anak yang lain. Untuk mempertahankan hidup, seseorang harus terus-menerus bekerja dan tidak berhenti berusaha sejak dilahirkan, biar maut yang menyudahinya. Demikian ini karena pada-Nya-lah berdiri kehidupan (bersambung).  🙂

Advertisements

2 thoughts on “Hidup dan Kehidupan : Sebuah Renungan Part-1

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s