Dua Wadah satu Pembersih Satu Isi : Perjalanan Pulang

Waktu berputar tanpa pernah berkompromi dan perjalanan pun berlanjut. Di pertengahan bulan Januari aku pamit dari kota pelajar, kota budaya, yah kota istimewa namun aku lebih menyebutnya sebagai kota kenangan sekaligus masa depan, yang penuh akan kenangan yang masih akan berlanjut entah sampai kapan. Aku bangga bisa belajar di sana dan merasakan banyak hal. Aku pulang ke kampung kecil tempatku dilahirkan dan dibesarkan 22 tahun lalu, berharap masih bisa melihat senyum mereka yang cukup lama tidak ku lihat. Terutama kedua malaikat berwujud manusia yang memiliki kekuatan tuhan dengan asupan cinta yang tiada habisnya dengan penuh kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas mencintaiku apa adanya sedari kecil, yang tidak lain adalah kedua orangtuaku. Betapa bahagianya aku bila mampu membuat mereka tersenyum bangga dengan usaha yang aku lakukan.

Sebelum ke tanah kelahiran, aku mampir di Kota Pahlawan untuk berusaha mencari sepasang malaikat lagi, mereka yang pernah mendidikku dulu sewaktu kecil dan pernah tinggal bersama keluarga sederhana kami. Jauh sebelum aku tiba dengan bersahajanya mereka tetap menantiku, yeah mereka adalah om dan tante ku. Walaupun kini mereka tinggal di daerah berbeda karena pekerjaan dan hampir selama 33 tahun telah bersama namun belum memiliki penerus, aku tetap bangga meneyebut diriku sebagai penerus mereka. Saat aku sampai di Kota Pahlawan tepat di waktu fajar terbit terlihat senyum manis mengarah padaku. Mereka sesekali tidak percaya inilah aku yang pernah mereka suapi sesekali diajak mengaji di surau sampai menasehatiku bila terlambat pulang ke rumah sewaktu kecil, dengan sesekali menyebut namaku dan menanyakan kabar sampai bagaimana aku bisa berkesempatan ke sana. Aku dengan haru bangga menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu.

Aku mengutarakan perjalanan yang akan ku tempuh, bahwa aku ingin melanjutkan studi lagi dengan sebelumnya mengisi waktu jeda untuk belajar ke sebuah Kampung English di Indonesia dengan harapan baik dan lebih tekun lagi. Mereka pun menyambut sangat baik. Di Kota Pahlawan aku hanya bertahan dua hari karena aku harus meneruskan perjalanan ke kampung halaman, aku pun pamit dan berjanji akan menemui mereka sebelum ke Kampung English nanti.

Aku tiba di tanah kelahiranku tepat di saat adzan isya telah selesai berkumandang, entah apa yang melintas malam itu serasa sejuk dan tenang walaupun sebenarnya aku sedang berada di tengah kerumunan penumpang pesawat yang begitu hiruk-pikuk dengan urusan masing-masing. Malam itu aku terlebih dahulu bersilaturahmi di kota tempat tinggal paman dan bibi, dikarenakan transportasi yang terbatas untuk menuju kampungku selain kondisi yang cukup letih. Keesokan harinya setelah shalat zuhur aku pamit sekaligus berangkat ke kampung halaman ku dan tiba di sana hampir menjelang maghrib (bersambung).

Advertisements

2 thoughts on “Dua Wadah satu Pembersih Satu Isi : Perjalanan Pulang

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s