Hidup dan Kehidupan : Sebuah Renungan Part-2

Kehidupan itu laksana tenunan yang bersambung menjadi kain. Sekalian makhluk di muka bumi ini seakan-akan tidak kelihatan di dalam tenunan ini, karena sangat kecil. Tenunan hayat yang tampak ini adalah ujung dari pangkal kain yang telah lalu, yang bersambung tiada putus, sejak dari awal yang tiada diketahui kapankah sampai pada akhir yang belum diketahui dan tiada satu makhluk yang tahu akan itu, kecuali Yang Maha Agung pencipta makhluk itu sendiri. Nanti setelah waktu yang telah ditentukan itu dilalui, maka kehidupan itu pun berhenti pada suatu perhentian yang bernama “maut“, yaitu berhentinya perjalanan darah yang mengandung oksigen mengelilingi badan.

Hidup itu mempunyai makna,” demikian Jalaluddin Rakhmat mengawali penuturannya. “Kita merasa seperti Browning” mencari makna apa yang sudah menjadi makanan dan minuman kita. Memang begitu banyak di dalam hidup ini yang bermakna, kebimbangan, dan kegagalan yang meniadakan diri; kita berjuang menghadapi kekacauan-kekacauan di sekitar kita dan di dalam diri kita sendiri; tetapi sementara itu kita yakin ada sesuatu yang vital dan penting dalam diri kita, sekiranya kita dapat mengurai jiwa kita sendiri.

“Hidup akan lebih berarti apabila dapat dimotivasi dengan baik, dan berbagai motivasi untuk hidup hingga puncak tertinggi menghasilkan cinta.”

Kita ingin mengerti; hidup bagi kita berarti terus menerus mengubah semua keadaan kita dan semua yang kita temui menjadi cahaya dan menyala bagi sesama; mirip Mitya dalam brother of Karamazmi, “kita adalah salah satu di antara mereka”; kita ingin menangkap nilai dan perspektif dari hal-hal yang bersifat sementara, dan melepaskan diri dari putaran arus kehidupan sehari-hari kita. Kita ingin tahu bahwa yang kecil itu kecil, yang besar itu besar, sebelum terlambat benar; kita ingin melihat wujud sekarang ini dalam bentuknya dan belajar tertawa dalam menghadapi sesuatu yang tidak terelakkan, untuk tersenyum bahkan dengan mengkritik dan mengharmoniskan nafsu kita sendiri dengan energi yang serasi. (selesai)

Advertisements

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s