Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Senyum Rindu di Kota Pelajar, Part-I

Setelah menyelesaikan course yang sangat berkesan di Pare aku bersyukur sekali bisa kembali ke Yogya, senang rasanya menginjakkan kaki lagi di kota pelajar sekaligus tanah budaya ini. Kata pertama yang terucap adalah ‘semangat’, yah pada waktu tersebut banyak moment bahagia di Yogya untuk mimpi-mimpiku, yang begitu menantang dengan beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah kelahiranku. Bagiku semua keadaan tersebut semakin mengarahkan ke jalur yang akan ku tuju. Walaupn beberapa kekurangan yang begitu terlihat pada diriku, aku berusaha lebih baik dari sebelumnya. Teringat kalimat penyemangat dari Paulo Cuelho, di Buku the Alchemist “…tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” 

Saat itu pagi-pagi buta bus yang aku tumpangi sampai di Yogya disambut kondisi gerimis. Yeah…setelah turun dari bus aku meneruskan perjalanan menuju kontarakan saat masih kuliah dulu yang kini dihuni beberapa orang sepupuku, yang biasanya orang-orang sekitar sana menyebutnya “kontrakan alus.” Nanti akan ku kasi tahu kenapa sampai disebut begitu.

Gerimis tadi berubah menjadi hujan deras yang menyambut sekujur tubuhku setelah hampir sampai di ujung gang kontrakan sederhana itu. Alhamdulillah, aku tak jadi basah kuyup he.he.he. Walaupun hanya tiga pekan berada di Yogyakarta, namun banyak hal yang aku bisa temui dan rasakan, bercengkrama lagi dengan adik-adik di TPA samping kostku dan bersua kembali dengan para sahabat, tetangga, dan dosen di almamaterku.

Aku menemukan semangatku kembali ada pada mereka, aku percaya ada keindahan dalam langkah gerakku menuju kesana dan aku pun mersakannya, segala kebaikan mereka menjadi suatu inspirasi tersendiri. Bagiku mereka merupakan simbol dari kekuatan Tuhan yang tersembunyi dan mampu membuat orang-orang di sekitarnya bahagia termasuk diriku.

Kondisi tersebut semakin memotivasiku untuk berusaha dan meraih keajaiban kembali, inilah aku apa adanya. Dari kota ini aku harus ke Depok untuk mengikuti Test Pascasarjana di Universitas Indonesia. Yeah…kali ini aku harus fokus ke Depok (bersambung).

Advertisements

4 thoughts on “Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Senyum Rindu di Kota Pelajar, Part-I

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s