Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai dan dekat dengan pantai serta pegunungan yang masih rimbun selain berkapur.

Hari pertama setelah beberapa saat beristirahat, kami mengunjungi kediaman Bapak Presiden SBY muda, suatu momen yang kami tunggu-tunggu. Jarak yang kami tempuh sekitar 3 km dari kediaman Luhur. Sesampai disana kami disambut dengan antusias oleh salah seorang saudara beliau, wow…kami disuguhkan dengan pemandangan rumah khas Jawa (Joglo) yang begitu sederhana, di dalamnya terdapat beberapa foto keluarga, foto pernikahan, foto saat bertugas, dan beberapa foto lainnya pun ada.

Hal yang paling berkesan menurutku adalah ketika menjumpai kamar tidur Presiden SBY muda yang masih seperti sedia kala dengan beberapa perabot peninggalan seperti kaca dinding, gantungan pakaian, almari kayu, meja, dan ranjang kayu yang cukup sederhana. Yah kami terkesima melihat hal tersebut, memang seorang pemimpin tidak harus berasal dari orang berada atau keturunan pemimpin pula, yang penting Ia mampu memimpin dirinya dan membimbing orang lain selain berdedikasi tinggi terhadap apa yang dipimpin.

Malam hari sekitar pukul tujuh kami menuju alun-alun kota melihat suasana masyarakat selain bertujuan untuk mencoba beberapa makanan khas. Yah suasanannya seperti pasar malam memang, ada penjual cindera mata, pedagang mainan, warung makanan khas, hingga beberapa wadah permainan bagi anak-anak. Setelah berbelanja beberapa cinderamata kami mampir di sebuah warung makanan khas dan mencicipi makanan seperti sate tahu, wedang ronde, jadah bakar, bubur ayam, dan beberapa makanan khas Pacitan lainnya sambil bercengkrama.

Keesokan paginya kami berwisata ke pantai, kami pun memilih Pantai Taleng Ria. Di sepanjang jalan menuju bibir pantai, terdapat beberapa kios yang menjajakan bahan makanan laut khas Pacitan, kami pun menyempatklan diri untuk membeli, terpilihlah makanan seperti pangsit, otak-otak tuna, peyek ikan, dan abon ikan yang kemudian kami masak bersama selain disiapkan untuk dibawa menjadi oleh-oleh juga tentunya. Wah cukup berkesan rasanya bagi kami berpetualang di Pacitan, walaupun tidak sempat ke kompleks gua seperti Gua Gong, Kalak, dan Luweng yang diduga sebagai kompleks gua terluas di Asia Tenggara itu karena terbatasnya waktu dan hujan yang sering datang silih berganti.

Akhirnya Senin pagi kami pun pamit untuk kembali ke Yogyakarta dan selang beberapa hari kemudian saya pun pamit dari Yogyakarta menuju Surabaya sebelum terbang ke kampung halaman tercinta. Pada saat hari terakhir di Pacitan dalam hati saya bergumam, karena saya menemukan bahwa kunjungan ke Pacitan itu adalah waktu terakhir pertemuan kami secara fisik. Karena selama hampir empat tahun lamanya kami telah memiliki begitu banyak kegiatan dan begitu menyenangkan dengan melakukannya bersama-sama.

Beruntung sekali pada tahun terakhir kami di kampus, kami terpilih dan bisa bekerja sama dalam sebuah tim yang merupakan hasil seleksi pimpinan universitas yaitu Tim Webometrcis, pengalaman yang luar biasa menikmati hal-hal sederhana dan menemukan hal-hal baru bersama-sama. InsyaAllah suatu saat kita akan kembali bekumpul lagi kawan. Well, grateful thanks to all Taskforce Webometrics 2010 Mas Luhur, Kak Zul, Mas Amat, Mas Wildan, Mas Alam, Mas Arif, Mbak Dhita, Mbk Etty, Mbak Nova, and Mbak Vietha, there’s a lot of unforgettable moment with you guys (bersambung).

Advertisements

Leave a reply please ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s