Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Kisah Pagi Februari di Kota Pelajar

Adi, demikian nama yang ia gunakan. Lahir dari keluarga nelayan miskin di daerah pesisir Desa Sambelia sekitar 85 kilo meter dari Kota Mataram Lombok. Bocah nelayan yang sempat bersekolah di sebuah madrasah ini, kini merantau belajar di sebuah perguruan tinggi negeri agama di Kota Yogyakarta. Untuk menetap di kota pelajar, menjadi Takmir masjid adalah aktifitas kesehariannya selain menjadi mahasiswa.

“Masih libur ya Le?” Sahut seorang wanita tua sambil mengatur botol-botol jamunya.

“Inggih Bunda sak iki masih Februari, masuknya Maret.” Adi menimpali.

Adi memiliki seorang tetangga wanita tua yang melakoni hidupnya sejak krisis Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Senyum Rindu di Kota Pelajar, Part-I

Setelah menyelesaikan course yang sangat berkesan di Pare aku bersyukur sekali bisa kembali ke Yogya, senang rasanya menginjakkan kaki lagi di kota pelajar sekaligus tanah budaya ini. Kata pertama yang terucap adalah ‘semangat’, yah pada waktu tersebut banyak moment bahagia di Yogya untuk mimpi-mimpiku, yang begitu menantang dengan beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah kelahiranku. Bagiku semua keadaan tersebut semakin mengarahkan ke jalur yang akan ku tuju. Walaupn beberapa kekurangan yang begitu terlihat pada diriku, aku berusaha lebih baik dari sebelumnya. Teringat kalimat penyemangat dari Paulo Cuelho, di Buku the Alchemist “…tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” 

Saat itu pagi-pagi buta bus yang aku tumpangi sampai di Yogya disambut kondisi gerimis. Yeah…setelah turun dari bus aku meneruskan perjalanan menuju kontarakan saat masih kuliah dulu yang kini dihuni beberapa orang sepupuku, yang Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Pelajaran Berharga di Kampung English

Hampir genap selama 30 hari pada beberapa waktu yang lalu aku pernah course di Kampung English Pare yang terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Kampung ini sederhana memang, tapi sangat luar biasa karena tempat belajar english yang begitu menjamur dan menggunakan sistem beragam ditambah dengan penduduk yang ramah pula. Selama belajar disana banyak sahabat baru yang aku kenal mulai dari sahabat satu tempat tinggal (kost), sahabat satu course sampai beberapa pengajarku. Mereka aku lihat begitu antusias dan masing-masing memiliki tujuan belajar sampai singgah untuk memilih di Pare. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah. Yeah di kost dan kelas aku merasakan kesan baik karena bisa berkenalan dengan mereka satu per satu.

Hal yang unik disana hampir semua teman satu kost dan di kelas course menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dalam keseharian mereka, begitu pun aku. Pernah satu hari setelah selesai mengikuti jam pertama course aku menemukan roda belakang sepedaku terkunci dan parahnya kunci untuk bagian tersebut memang sudah tidak bisa dipakai kembali. Aku tidak tahu sebelumnya apakah ada yang memang sengaja atau jangan-jangan senang dengan sepedaku ya..ya..ya..dibawa santai ujarku, tidak apa ini hanya sepeda yang penting bukan manusianya yang terkunci hatinya hehehe. Yeah hari itu akhirnya aku menggandeng sepeda ke bengkel langgananku dengan roda Continue reading

Dua Wadah satu Pembersih Satu Isi : Perjalanan Pulang

Waktu berputar tanpa pernah berkompromi dan perjalanan pun berlanjut. Di pertengahan bulan Januari aku pamit dari kota pelajar, kota budaya, yah kota istimewa namun aku lebih menyebutnya sebagai kota kenangan sekaligus masa depan, yang penuh akan kenangan yang masih akan berlanjut entah sampai kapan. Aku bangga bisa belajar di sana dan merasakan banyak hal. Aku pulang ke kampung kecil tempatku dilahirkan dan dibesarkan 22 tahun lalu, berharap masih bisa melihat senyum mereka yang cukup lama tidak ku lihat. Terutama kedua malaikat berwujud manusia yang memiliki kekuatan tuhan dengan asupan cinta yang tiada habisnya dengan penuh kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas mencintaiku apa adanya sedari kecil, yang tidak lain adalah kedua orangtuaku. Betapa bahagianya aku bila mampu membuat mereka tersenyum bangga dengan usaha yang aku lakukan.

Sebelum ke tanah kelahiran, aku mampir di Kota Pahlawan untuk berusaha mencari sepasang malaikat lagi, mereka yang pernah mendidikku dulu sewaktu kecil dan pernah tinggal bersama keluarga sederhana kami. Jauh sebelum aku tiba dengan bersahajanya mereka tetap menantiku, yeah mereka adalah om dan tante ku. Walaupun kini mereka tinggal di daerah berbeda karena pekerjaan Continue reading

Dua Wadah satu Pembersih Satu Isi

Dua Wadah satu Pembersih untuk Isi🙂 Setelah menulis ini hampir dua bulan lamanya. Yeah…tulisan pertama ini akhirnya ku posting, walaupun sederhana aku menyelipkan harapan lebih baik dan semangat baru. Alhamdulilah di penghujung tahun 2010 lalu sebuah misi mulia telah tercapai dengan baik, yah aku tidak sadar telah sarjana. Banyak kisah terjadi dalam perjalanan menuju ke sana, mulai dari yang pahit-manis, getir-haru, sedih-bahagia pula terjadi. Dan aku sadari semua itu sebagai pembangun jiwa dan pembuka hatiku sampai saat ini, sampai tulisan ini ku tulis di kesendirian dengan jauh kembali dari keluarga.

Aku begitu bersyukur karena semua itu berusaha ku jalani dengan baik dengan tidak lepas dari perhatian dan dukungan penuh dari orang-orang yang mencintaiku serta para sahabat sejati. Beberapa kado, kesehatan, kesempatan, ilmu, pengalaman, penghargaan, dan apalah namanya yang aku sebut semua itu adalah anugerah telah aku dapatkan di tahun 2010 dan masih berlanjut hingga kini. Namun satu yang sangat membahagiakan bagiku yaitu bila aku selalu tetap tinggal di hati besar mereka Continue reading