Dongeng untuk Sang Generasi Digital

Dongeng untuk Sang Generasi DigitalDongeng merupakan salah satu tradisi yang sampai sekarang masih banyak dijumpai dalam masyarakat dunia.  Dongeng sendiri merupakan cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Cerita prosa rakyat pun penyebaran dan pewarisnya biasanya dilakukan secara lisan dan biasanya dengan media tercetak terbatas. Generasi digital sudah tiba dan mereka pun bertebaran dengan rasa ingin tahu besar yang dibarengi dengan sikap akrab mereka menggunakan teknologi. Hal ini yang berusaha direspon oleh The International Children Digital Library Foundation (ICDL Foundation) yaitu untuk Continue reading

Advertisements

The Twenty Six

This is going to be a difficult blog to write, and I may just continue to publish it. I cherish the times when the most amazing moments touch my time. I was thinking about this one today and wanted to share it with you all again. So, wish me luck on the next chapter. I have survived day and night. My next life chapter has been started, I dedicate the best praying to my parent that who have watched me crawl and walk and fall, they have shed much tears and spent days of worry for Me. And for my all best people in my time may God bless you and get the perfect love.

My journey was set in fully motion and emotion since twenty six years ago. I have been and I am still marching on. With every sunrise reminding me of my destiny and every sunset reminding me how to reflect on how much I have done so far to achieve my destiny. Through these daily Continue reading

Hukum Ilmu Perpustakaan dan Pustakawan

Pada akhir pekan lalu saat menata ulang beberapa dokumen pribadi yang lama tak tersentuh, di bagian rak buku paling dasar, saya menemukan dua lembar kertas ujian salah satu mata kuliah saya saat menempuh Program Sarjana di Yogyakarta empat tahun yang lalu. Ada dua lembar kertas folio, lembarannya memang tidak hancur atau sobek hanya diselimuti oleh debu, di pojok kiri atas ada kolom kotak persegi panjang yang merupakan cap stempel berwarna biru tua, di dalam kolom itu masih rapi tertulis nama lengkap dan NIM saya, berikut nama mata kuliah, waktu ujian, dan nama dosen pengampu mata kuliah tersebut, ternyata ada juga tertulis angka 96 dengan spidol biru di pojok kanan atas hehe, Alhamdulillah.

Setelah membersihkan debu pada setiap halaman lembar ujian tersebut, Saya pun kembali membaca halaman demi halaman. Di sana terdapat salah satu soal yang jawabannya memerlukan penjelasan tentang hukum yang berlaku pada Ilmu perpustakaan dan Informasi selama ini, sesuatu hal mungkin hampir dilupakan oleh saya pribadi. Hanya untuk menyegarkan ingatan saya menulisnya kembali di sini :

Hukum Versi Five Laws of Library Science  dari S.R. Ranganathan :

1. Books are for use.

2. Every reader his [or her] book.

3. Every book its reader.

4. Save the time of the User.

5. The library is a growing organism.

 (Ranganathan, S. R. (1931). The Five Laws of Library Science. London: Edward Goldston.)

  Continue reading

Telos Aristoteles

Pendapat-pendapat mengenai arti hidup (dan mungkin arti cinta) yang kita temukan telah berlipat ganda secepat arti hidup, yang pada gilirannya telah berlipat ganda secepat para filsufnya. Begitupun kebahagiaan yang menjadi telos (τέλος) hidup manusia selalu menjadi pokok perdebatan para filsuf sepanjang sejarah.

Menurut Aristoteles, segala sesuatu memiliki telos yang merupakan tujuan internal yang harus dicapainya. Di sini kita ambil contoh yakni biji durian yang memiliki telos pohon durian. Pohon durian itulah yang menjadi “tujuan yang dimaksudkan.” Lebah mempunyai telos, bahkan kacang pun memiliki telos. Telos tidak lain adalah bagian dari struktur mendalam kenyataan. Kalau masih abstrak, mari kita lihat ilustrasi berikut ini :

Seorang Kakek berjalan bersama tiga orang cucu kesayangannya menyusuri taman kota pada sore hari. Tiba-tiba seorang sahabat si kakek tersebut menghampiri dan bertanya

“Berapa usia ketiga cucumu itu kawan?”

Kakek itu pun menjawab,

“Yang dokter enam tahun, yang profesor lima tahun, dan yang presiden delapan tahun.”

Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Berkunjung ke Bangkok dan Pattaya (Part I)

Hidup memang sebuah perjalanan… akhirnya saya merasakan makna kalimat itu kembali. Yep beberapa hari yang lalu saya berada di negara Gajah Putih Thailand tepatnya berkunjung ke dua kota yaitu Bangkok dan Pattaya pada 18-21 Maret 2013. Ini kali pertama saya mengunjungi salah satu negara ASEAN. Yeah saya berkesempatan mengikuti Cultural and Academic Visit Program Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia di sela-sela beberapa kegiatan penelitian yang sedang saya garap. Bersama para staf pengajar senior, pustakawan, kepala perpustakaan pusat, mahasiswa dan termasuk seorang Profesor Sastra Prancis melancong besama adalah pengalaman yang sungguh langka yang jarang saya rasakan. Rombongan kami berangkat dari Jakarta via Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 15.00 WIB dan tiba di Bandara Internasional Don Muang Bangkok sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

 Senin 18 Maret

Saat tiba di Bandara Internasional Don Muang terasa padat, dengan hilir mudik penduduk lokal dan turis asing yang saya perhatikan termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri. Setelah selesai cek passport dan kelengkapan lainnya, oh alangkah kagetnya kami disambut dengan kalungan bunga dan foto bersama dari para penyambut tamu yang mengenakan baju adat Thailand, sesekali jadi terasa tamu spesial hehehe.

Bandara Internasional Don Muang dan Hotel Princeton

(Ki-ka) Tiba di Bandara Internasional Don Muang dan suasana makan malam di Hotel Princeton

Dari Bandara kami menuju Hotel Princeton untuk bersantap malam, kami menggunakan jasa transportasi berupa bus tingkat yang disipakan oleh pihak Travel, hehe lagi-lagi ini kali pertama saya menaiki bus tipe ini. Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya kami sampai di Hotel Princeton.

Continue reading

Kisah Pagi Februari di Kota Pelajar

Adi, demikian nama yang ia gunakan. Lahir dari keluarga nelayan miskin di daerah pesisir Desa Sambelia sekitar 85 kilo meter dari Kota Mataram Lombok. Bocah nelayan yang sempat bersekolah di sebuah madrasah ini, kini merantau belajar di sebuah perguruan tinggi negeri agama di Kota Yogyakarta. Untuk menetap di kota pelajar, menjadi Takmir masjid adalah aktifitas kesehariannya selain menjadi mahasiswa.

“Masih libur ya Le?” Sahut seorang wanita tua sambil mengatur botol-botol jamunya.

“Inggih Bunda sak iki masih Februari, masuknya Maret.” Adi menimpali.

Adi memiliki seorang tetangga wanita tua yang melakoni hidupnya sejak krisis Continue reading