Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Quote of the Week #5

“Ceritakanlah masa silam kepadaku, dan aku pun akan menceritakan masa depan.”

 (Konfusius)

Menarilah Denganku

Usahlah engkau ratapi
Yang demikian dahulu
Engkau harus tetap menari
Hentakkan langkah jemarimu

Menangis saat hujan?
Aku tetap melihatmu
Berteriak saat gemuruh?
Aku tetap mendengarmu

Mari genggam erat jemariku
Menarilah denganku
Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Senyum Rindu di Kota Pelajar, Part-I

Setelah menyelesaikan course yang sangat berkesan di Pare aku bersyukur sekali bisa kembali ke Yogya, senang rasanya menginjakkan kaki lagi di kota pelajar sekaligus tanah budaya ini. Kata pertama yang terucap adalah ‘semangat’, yah pada waktu tersebut banyak moment bahagia di Yogya untuk mimpi-mimpiku, yang begitu menantang dengan beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah kelahiranku. Bagiku semua keadaan tersebut semakin mengarahkan ke jalur yang akan ku tuju. Walaupn beberapa kekurangan yang begitu terlihat pada diriku, aku berusaha lebih baik dari sebelumnya. Teringat kalimat penyemangat dari Paulo Cuelho, di Buku the Alchemist “…tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” 

Saat itu pagi-pagi buta bus yang aku tumpangi sampai di Yogya disambut kondisi gerimis. Yeah…setelah turun dari bus aku meneruskan perjalanan menuju kontarakan saat masih kuliah dulu yang kini dihuni beberapa orang sepupuku, yang Continue reading

Aku Masih Ada

🙂 Yeaiy…welcome beloved 2012, Indeed 2011 is an exceptional eventful year for most people with multi events happened in the world of ours. Globally we enter 2012 with uncertainty and anxiety, but the fortitude we posses will just be another habitual year for the majorities. Well, I want to tell you about a song that inspired me through the turn of the year. I love “Masih Ada” single from Ello’s 2009 Album. Ello, which was known through nuanced jazzy pop and R & B, disappeared for about three years. Now, the man named Marcello Tahitoe Continue reading

Relax Time dari Bunda ke Ramadhan

Relax Time dari Bunda ke RamadhanMomen ini terjadi kurang lebih satu tahun yang lalu, tepatnya Senin 12 Juli 2010 ane kedatangan tamu super istimewa di Kota Gudeg, sampe punya persiapan khusus buat acara penyambutan. He..he..sederhana sih tapi cukup berkesan. Tamu yang dimaksud adalah Bunda, Bapak kemana? Oya Bapak bakal nyusul Bunda beberapa hari kemudian karena tugas di luar kota, so diriku sangat bahagia. Welcome to Djogja Mum and Dad, I’m very glad to see you again. Pertama ngeliat Bunda wah ngga kebayang senengnya, coz hampir dua tahun ngga ketemu cuma bisa dengerin sama baca kata-kata sakti beliau via telepon and SMS or surat. Dalam hati berkata usia makin bertambah tapi kok semangat beliau makin bertambah pula, walaupun sendiri berangkat dari rumah ngga ada kata ngeluh apalagi capek sampai nyerah, luar biasa memang Allah begitu kuasa menciptakan salah satu malaikat berwujud manusia ini, selalu bakal jadi inspirasi ku nih. Beliau bilang sambil ngasi senyum khas masih sempetin waktu berkunjung walaupun hanya punya waktu 11 hari, kenapa tak lama Bun? Kata beliau Bunda harus ngurusi si kecil sama kegiatan seperti biasa di rumah (si kecil di rumah padahal udah pada mulai Continue reading

Sejarah Indonesia di Piala Dunia

Tim Keseblasan NIVU 1938

Tim Keseblasan NIVU 1938

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis.Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda. Pada 5 Juni 1938 kesebelasan Indonesia (dulu Hindia Belanda) bernama NIVU (Nederlandshe Indische Voetbal Unie) menjadi kesebelasan pertama negara Asia yang berlaga pada ajang Piala Dunia berhadapan dengan Tim keseblasan Hungaria di Stadion Velodrome Municipal, Prancis. Indonesia mendapat kesempatan karena Jepang menolak hadir. Cikal bakal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebetulnya sudah ada, berdiri sejak April 1430. Namun karena saat itu Indonesia belum merdeka, kesebelasan yang dikirim mengusung nama Hindia Belanda (Netherland East Indies), NIVU telah diakui FIFA (Federation Internationale de Football Association).

Sebelum ke Prancis, tim nasional singgah dulu ke Belanda untuk melakukan beberapa pertandingan ujicoba. Continue reading