Bunda Berkata

Bunda berkata…

Resapi saja

Lilin-lilin kecil

Terangi yang bathil

Basuhlah perih

Buyarkan sedih

Tulislah aksara

Ikatlah asa…


Malang, 22.01 pm

December

December…

Rain has fallen

I know that…

I’ll never surrender

To the future

I believe…

I’ll find a better way

With my present

And modesty

Due to my destiny

With all honesty…

Semarang, 01.01 am

Hukum Ilmu Perpustakaan dan Pustakawan

Pada akhir pekan lalu saat menata ulang beberapa dokumen pribadi yang lama tak tersentuh, di bagian rak buku paling dasar, saya menemukan dua lembar kertas ujian salah satu mata kuliah saya saat menempuh Program Sarjana di Yogyakarta empat tahun yang lalu. Ada dua lembar kertas folio, lembarannya memang tidak hancur atau sobek hanya diselimuti oleh debu, di pojok kiri atas ada kolom kotak persegi panjang yang merupakan cap stempel berwarna biru tua, di dalam kolom itu masih rapi tertulis nama lengkap dan NIM saya, berikut nama mata kuliah, waktu ujian, dan nama dosen pengampu mata kuliah tersebut, ternyata ada juga tertulis angka 96 dengan spidol biru di pojok kanan atas hehe, Alhamdulillah.

Setelah membersihkan debu pada setiap halaman lembar ujian tersebut, Saya pun kembali membaca halaman demi halaman. Di sana terdapat salah satu soal yang jawabannya memerlukan penjelasan tentang hukum yang berlaku pada Ilmu perpustakaan dan Informasi selama ini, sesuatu hal mungkin hampir dilupakan oleh saya pribadi. Hanya untuk menyegarkan ingatan saya menulisnya kembali di sini :

Hukum Versi Five Laws of Library Science  dari S.R. Ranganathan :

1. Books are for use.

2. Every reader his [or her] book.

3. Every book its reader.

4. Save the time of the User.

5. The library is a growing organism.

 (Ranganathan, S. R. (1931). The Five Laws of Library Science. London: Edward Goldston.)

  Continue reading

Telos Aristoteles

Pendapat-pendapat mengenai arti hidup (dan mungkin arti cinta) yang kita temukan telah berlipat ganda secepat arti hidup, yang pada gilirannya telah berlipat ganda secepat para filsufnya. Begitupun kebahagiaan yang menjadi telos (τέλος) hidup manusia selalu menjadi pokok perdebatan para filsuf sepanjang sejarah.

Menurut Aristoteles, segala sesuatu memiliki telos yang merupakan tujuan internal yang harus dicapainya. Di sini kita ambil contoh yakni biji durian yang memiliki telos pohon durian. Pohon durian itulah yang menjadi “tujuan yang dimaksudkan.” Lebah mempunyai telos, bahkan kacang pun memiliki telos. Telos tidak lain adalah bagian dari struktur mendalam kenyataan. Kalau masih abstrak, mari kita lihat ilustrasi berikut ini :

Seorang Kakek berjalan bersama tiga orang cucu kesayangannya menyusuri taman kota pada sore hari. Tiba-tiba seorang sahabat si kakek tersebut menghampiri dan bertanya

“Berapa usia ketiga cucumu itu kawan?”

Kakek itu pun menjawab,

“Yang dokter enam tahun, yang profesor lima tahun, dan yang presiden delapan tahun.”

Continue reading

Daydreaming

The day so tranquil
In the calm like my heart
I approach them
Although in the shadow
In a flash their face appeared
With…
A casual smile
They are very near
Although in the reality is nothing
And that is only my daydreaming
But, I believe
They will do that…

23 Oktober 2011

“Untuk Bunda dan Ayah nan jauh di sana, ku persembahkan dari kesunyian yang selalu menghantamku di sini.”

Menarilah Denganku

Usahlah engkau ratapi
Yang demikian dahulu
Engkau harus tetap menari
Hentakkan langkah jemarimu

Menangis saat hujan?
Aku tetap melihatmu
Berteriak saat gemuruh?
Aku tetap mendengarmu

Mari genggam erat jemariku
Menarilah denganku
Continue reading

Kanaq Solah

Wayah…

Oh inaq oh amaq
Tiang niki…
Mele jari kanaq solah
Brembe entan tiang
Jari kanaq solah

Wayah…

Endaraq lain
Apa saq araq niki…
Continue reading