Quote of the Week #6

“The greates glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.”

 Nelson Rolihlahla Mandela (1918-2013)
Advertisements

Hukum Ilmu Perpustakaan dan Pustakawan

Pada akhir pekan lalu saat menata ulang beberapa dokumen pribadi yang lama tak tersentuh, di bagian rak buku paling dasar, saya menemukan dua lembar kertas ujian salah satu mata kuliah saya saat menempuh Program Sarjana di Yogyakarta empat tahun yang lalu. Ada dua lembar kertas folio, lembarannya memang tidak hancur atau sobek hanya diselimuti oleh debu, di pojok kiri atas ada kolom kotak persegi panjang yang merupakan cap stempel berwarna biru tua, di dalam kolom itu masih rapi tertulis nama lengkap dan NIM saya, berikut nama mata kuliah, waktu ujian, dan nama dosen pengampu mata kuliah tersebut, ternyata ada juga tertulis angka 96 dengan spidol biru di pojok kanan atas hehe, Alhamdulillah.

Setelah membersihkan debu pada setiap halaman lembar ujian tersebut, Saya pun kembali membaca halaman demi halaman. Di sana terdapat salah satu soal yang jawabannya memerlukan penjelasan tentang hukum yang berlaku pada Ilmu perpustakaan dan Informasi selama ini, sesuatu hal mungkin hampir dilupakan oleh saya pribadi. Hanya untuk menyegarkan ingatan saya menulisnya kembali di sini :

Hukum Versi Five Laws of Library Science  dari S.R. Ranganathan :

1. Books are for use.

2. Every reader his [or her] book.

3. Every book its reader.

4. Save the time of the User.

5. The library is a growing organism.

 (Ranganathan, S. R. (1931). The Five Laws of Library Science. London: Edward Goldston.)

  Continue reading

Telos Aristoteles

Pendapat-pendapat mengenai arti hidup (dan mungkin arti cinta) yang kita temukan telah berlipat ganda secepat arti hidup, yang pada gilirannya telah berlipat ganda secepat para filsufnya. Begitupun kebahagiaan yang menjadi telos (τέλος) hidup manusia selalu menjadi pokok perdebatan para filsuf sepanjang sejarah.

Menurut Aristoteles, segala sesuatu memiliki telos yang merupakan tujuan internal yang harus dicapainya. Di sini kita ambil contoh yakni biji durian yang memiliki telos pohon durian. Pohon durian itulah yang menjadi “tujuan yang dimaksudkan.” Lebah mempunyai telos, bahkan kacang pun memiliki telos. Telos tidak lain adalah bagian dari struktur mendalam kenyataan. Kalau masih abstrak, mari kita lihat ilustrasi berikut ini :

Seorang Kakek berjalan bersama tiga orang cucu kesayangannya menyusuri taman kota pada sore hari. Tiba-tiba seorang sahabat si kakek tersebut menghampiri dan bertanya

“Berapa usia ketiga cucumu itu kawan?”

Kakek itu pun menjawab,

“Yang dokter enam tahun, yang profesor lima tahun, dan yang presiden delapan tahun.”

Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Kisah Pagi Februari di Kota Pelajar

Adi, demikian nama yang ia gunakan. Lahir dari keluarga nelayan miskin di daerah pesisir Desa Sambelia sekitar 85 kilo meter dari Kota Mataram Lombok. Bocah nelayan yang sempat bersekolah di sebuah madrasah ini, kini merantau belajar di sebuah perguruan tinggi negeri agama di Kota Yogyakarta. Untuk menetap di kota pelajar, menjadi Takmir masjid adalah aktifitas kesehariannya selain menjadi mahasiswa.

“Masih libur ya Le?” Sahut seorang wanita tua sambil mengatur botol-botol jamunya.

“Inggih Bunda sak iki masih Februari, masuknya Maret.” Adi menimpali.

Adi memiliki seorang tetangga wanita tua yang melakoni hidupnya sejak krisis Continue reading

Menarilah Denganku

Usahlah engkau ratapi
Yang demikian dahulu
Engkau harus tetap menari
Hentakkan langkah jemarimu

Menangis saat hujan?
Aku tetap melihatmu
Berteriak saat gemuruh?
Aku tetap mendengarmu

Mari genggam erat jemariku
Menarilah denganku
Continue reading

Kita Manusia

Ini masih di bumi
Tempat kita hidup
Ini masih di bumi
Tempat kita wafat

Materi dan non materi
Tak pernah cukup
Selalu kekurangan
Tanpa kita syukuri

Continue reading