Hukum Ilmu Perpustakaan dan Pustakawan

Pada akhir pekan lalu saat menata ulang beberapa dokumen pribadi yang lama tak tersentuh, di bagian rak buku paling dasar, saya menemukan dua lembar kertas ujian salah satu mata kuliah saya saat menempuh Program Sarjana di Yogyakarta empat tahun yang lalu. Ada dua lembar kertas folio, lembarannya memang tidak hancur atau sobek hanya diselimuti oleh debu, di pojok kiri atas ada kolom kotak persegi panjang yang merupakan cap stempel berwarna biru tua, di dalam kolom itu masih rapi tertulis nama lengkap dan NIM saya, berikut nama mata kuliah, waktu ujian, dan nama dosen pengampu mata kuliah tersebut, ternyata ada juga tertulis angka 96 dengan spidol biru di pojok kanan atas hehe, Alhamdulillah.

Setelah membersihkan debu pada setiap halaman lembar ujian tersebut, Saya pun kembali membaca halaman demi halaman. Di sana terdapat salah satu soal yang jawabannya memerlukan penjelasan tentang hukum yang berlaku pada Ilmu perpustakaan dan Informasi selama ini, sesuatu hal mungkin hampir dilupakan oleh saya pribadi. Hanya untuk menyegarkan ingatan saya menulisnya kembali di sini :

Hukum Versi Five Laws of Library Science  dari S.R. Ranganathan :

1. Books are for use.

2. Every reader his [or her] book.

3. Every book its reader.

4. Save the time of the User.

5. The library is a growing organism.

 (Ranganathan, S. R. (1931). The Five Laws of Library Science. London: Edward Goldston.)

  Continue reading

Advertisements

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Kisah Pagi Februari di Kota Pelajar

Adi, demikian nama yang ia gunakan. Lahir dari keluarga nelayan miskin di daerah pesisir Desa Sambelia sekitar 85 kilo meter dari Kota Mataram Lombok. Bocah nelayan yang sempat bersekolah di sebuah madrasah ini, kini merantau belajar di sebuah perguruan tinggi negeri agama di Kota Yogyakarta. Untuk menetap di kota pelajar, menjadi Takmir masjid adalah aktifitas kesehariannya selain menjadi mahasiswa.

“Masih libur ya Le?” Sahut seorang wanita tua sambil mengatur botol-botol jamunya.

“Inggih Bunda sak iki masih Februari, masuknya Maret.” Adi menimpali.

Adi memiliki seorang tetangga wanita tua yang melakoni hidupnya sejak krisis Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Senyum Rindu di Kota Pelajar, Part-I

Setelah menyelesaikan course yang sangat berkesan di Pare aku bersyukur sekali bisa kembali ke Yogya, senang rasanya menginjakkan kaki lagi di kota pelajar sekaligus tanah budaya ini. Kata pertama yang terucap adalah ‘semangat’, yah pada waktu tersebut banyak moment bahagia di Yogya untuk mimpi-mimpiku, yang begitu menantang dengan beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah kelahiranku. Bagiku semua keadaan tersebut semakin mengarahkan ke jalur yang akan ku tuju. Walaupn beberapa kekurangan yang begitu terlihat pada diriku, aku berusaha lebih baik dari sebelumnya. Teringat kalimat penyemangat dari Paulo Cuelho, di Buku the Alchemist “…tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” 

Saat itu pagi-pagi buta bus yang aku tumpangi sampai di Yogya disambut kondisi gerimis. Yeah…setelah turun dari bus aku meneruskan perjalanan menuju kontarakan saat masih kuliah dulu yang kini dihuni beberapa orang sepupuku, yang Continue reading

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Pelajaran Berharga di Kampung English

Hampir genap selama 30 hari pada beberapa waktu yang lalu aku pernah course di Kampung English Pare yang terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Kampung ini sederhana memang, tapi sangat luar biasa karena tempat belajar english yang begitu menjamur dan menggunakan sistem beragam ditambah dengan penduduk yang ramah pula. Selama belajar disana banyak sahabat baru yang aku kenal mulai dari sahabat satu tempat tinggal (kost), sahabat satu course sampai beberapa pengajarku. Mereka aku lihat begitu antusias dan masing-masing memiliki tujuan belajar sampai singgah untuk memilih di Pare. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah. Yeah di kost dan kelas aku merasakan kesan baik karena bisa berkenalan dengan mereka satu per satu.

Hal yang unik disana hampir semua teman satu kost dan di kelas course menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dalam keseharian mereka, begitu pun aku. Pernah satu hari setelah selesai mengikuti jam pertama course aku menemukan roda belakang sepedaku terkunci dan parahnya kunci untuk bagian tersebut memang sudah tidak bisa dipakai kembali. Aku tidak tahu sebelumnya apakah ada yang memang sengaja atau jangan-jangan senang dengan sepedaku ya..ya..ya..dibawa santai ujarku, tidak apa ini hanya sepeda yang penting bukan manusianya yang terkunci hatinya hehehe. Yeah hari itu akhirnya aku menggandeng sepeda ke bengkel langgananku dengan roda Continue reading

Melangkah dari Khayalan Masa Kecil

Melangkah dari Khayalan Masa KecilBukankah bermimpi itu tidak dipungut biaya? Bukankah mimpi itu harus diwujudkan? Nah itu kalimat yang terngiang di telingaku. Jujur sewaktu kecil aku sering berkhayal (mimpi) nanti gede mau jadi apa? Nah jawabannya adalah dokter, pilot, astronot, menteri bahkan sampai presiden terlintas dan itu sering terucap dari mulut kecil ini ketika ditanya. Eits..ada yang kurang, apa ya?! Ada deh he..he..ini dia pustakawan! Yah aku tahu apa itu pustakawan setelah bertanya ayah,  berkhayal pula kalau mampu mengorganisir informasi dari berbagai jenis media yang memuat ilmu pengetahuan yang ada. Tidak lain orang yang menjadi panutan adalah Ayahku yang memiliki berbagai koleksi dan menulis beberapa literatur sastra dengan tidak lain menjadi user tetap perpustakaan di sekolahnya. Kadang sepulang mengajar aku dapat oleh-oleh berbagai literatur yang dipinjam dari perpustakaan. Yah manfaatin waktu aku baca satu per satu sebelum dikembalikan, dari kegiatan membaca itu timbul lagi deh beberapa Continue reading

Sejenak Pesonamu : Sahabat dan Rinjani

“Tidak ada yang cukup membahagiakan selain mengetahui para sahabat kita tetap baik dengan segala kondisi dimanapun mereka berada dan tidak ada yang cukup aneh memang, tapi perasaan bertemu sahabat setelah waktu yang begitu lama benar-benar sangat berbeda.”

      Enam tahun menurut saya waktu yang cukup lama. Tentunya banyak momen yang diantara kita pernah lalui baik sendiri maupun bersama orang lain, nah kali ini saya merasakan hal tersebut. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu beberapa sahabat saya dari kalangan Siswa Pecinta Alam saat masih menempuh SMA dulu. Walaupun sekolah dan organisasi kami berbeda namun sering bertemu di forum pembina organisasi tersebut tingkat kabupaten, hehe sederhana tapi berkesan memang, mereka adalah Daton, Cma, Dicky, Embel, Ewi, dan yang terakhir Yuzzy. Setelah hampir enam tahun sejak pertengahan 2006 berpisah, kami bertemu di salah satu media komunikasi yang jadi trend saat ini yah jejaring sosial itulah namanya hehe. Bagi saya tidak ada yang cukup membahagiakan selain mengetahui para sahabat kita tetap baik dengan segala kondisi dimanapun mereka berada dan tidak ada yang cukup aneh memang, tapi perasaan bertemu sahabat setelah waktu yang begitu lama benar-benar sangat berbeda.

    Berkomunikasi kembali dengan mereka membuat saya terhanyut sesaat ke masa lalu, terutama saat melalui beberapa momen bersama mereka, yah salah satunya saat bersama-sama menaklukkan puncak Gunung Rinjani (3.726 mdpl) pada pertengahan 2006. Gunung Rinjani terletak di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Taman nasional ini juga terdaftar di UNESCO sebagai taman geologi di Indonesia. Gunung Rinjani ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi Continue reading