Bunda Berkata

Bunda berkata…

Resapi saja

Lilin-lilin kecil

Terangi yang bathil

Basuhlah perih

Buyarkan sedih

Tulislah aksara

Ikatlah asa…


Malang, 22.01 pm

December

December…

Rain has fallen

I know that…

I’ll never surrender

To the future

I believe…

I’ll find a better way

With my present

And modesty

Due to my destiny

With all honesty…

Semarang, 01.01 am

Quote of the Week #6

“The greates glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.”

 Nelson Rolihlahla Mandela (1918-2013)

Dua Wadah Satu Pembersih Satu Isi : Arti Sahabat di Kota 1001 Gua

Sabtu petang pada awal Januari 2011 bertepatan dengan enam hari sebelum saya meninggalkan Kota Yogyakarta, seorang sahabat yang bernama Luhur mengirim pesan singkat mengajak ikut mudik ke kampung halamannya yaitu Pacitan. Luhur juga mengajak lima sahabat kami lainnya, mereka tidak lain adalah anggota tim kerja Webometrics di almamater kami pada saat itu. Rencana ini memang sudah lama kami nantikan realisasinya, tapi karena waktu kegiatan yang cukup padat sampai mundur beberapa bulan. Sekitar pukul delapan pagi kami bertolak dari Yogyakarta menuju Pacitan, yah Kabupaten Pacitan terkenal dengan Kota 1001 Gua sekaligus Kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya sekitar tiga jam perjalanan dengan sepeda motor kami pun tiba dan langsung disambut dengan hangat oleh keluarga Luhur. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias dan sangat ramah. Hmmm…Kota ini mengingatkan akan kampung halamanku gumamku, betapa tidak kondisi di sana berupa daerah landai Continue reading

Daydreaming

The day so tranquil
In the calm like my heart
I approach them
Although in the shadow
In a flash their face appeared
With…
A casual smile
They are very near
Although in the reality is nothing
And that is only my daydreaming
But, I believe
They will do that…

23 Oktober 2011

“Untuk Bunda dan Ayah nan jauh di sana, ku persembahkan dari kesunyian yang selalu menghantamku di sini.”

Kisah Pagi Februari di Kota Pelajar

Adi, demikian nama yang ia gunakan. Lahir dari keluarga nelayan miskin di daerah pesisir Desa Sambelia sekitar 85 kilo meter dari Kota Mataram Lombok. Bocah nelayan yang sempat bersekolah di sebuah madrasah ini, kini merantau belajar di sebuah perguruan tinggi negeri agama di Kota Yogyakarta. Untuk menetap di kota pelajar, menjadi Takmir masjid adalah aktifitas kesehariannya selain menjadi mahasiswa.

“Masih libur ya Le?” Sahut seorang wanita tua sambil mengatur botol-botol jamunya.

“Inggih Bunda sak iki masih Februari, masuknya Maret.” Adi menimpali.

Adi memiliki seorang tetangga wanita tua yang melakoni hidupnya sejak krisis Continue reading

Menarilah Denganku

Usahlah engkau ratapi
Yang demikian dahulu
Engkau harus tetap menari
Hentakkan langkah jemarimu

Menangis saat hujan?
Aku tetap melihatmu
Berteriak saat gemuruh?
Aku tetap mendengarmu

Mari genggam erat jemariku
Menarilah denganku
Continue reading